Pentingnya Edukasi Kopi Nusantara bagi Potensi Industri Kopi di Indonesia | Kekopi

Pentingnya Edukasi Kopi Nusantara bagi Potensi Industri Kopi di Indonesia

by | Dec 3, 2020 | blog | 0 comments

Edukasi kopi nusantara penting digalakkan guna memaksimalkan potensi yang ada di Tanah Air. Indonesia memiliki potensi kopi yang cukup baik bahkan salah satu kopi termahal dunia pun berasal dari Indonesia, yakni kopi Luwak.

Iklim tropis menjadi keunggulan tersendiri yang dimiliki Indonesia. Tanah yang subur menjadikan Indonesia cocok ditanami apa saja. Hampir segala macam tanaman bisa tumbuh di Nusantara. Di antaranya, ada sejumlah provinsi yang menjadi produsen kopi dengan kualitas terbaik di Nusantara.

Sumber: Google

Daerah-daerah Penghasil Kopi Nusantara

Dalam tiga tahun terakhir, kuantitas produksi kopi selalu mengalami eskalasi tiap tahunnya. Dari jumlah 716 ribu ton pada tahun 2017 meningkat hingga angka 760 ribu ton pada tahun 2019 kemarin.

Tidak heran edukasi kopi nusantara harus lebih digalakkan lagi karena banyak daerah memiliki potensi menjadi penghasil kopi dengan kualitas mendunia. Berikut adalah beberapa daerah penghasil kopi Nusantara.

  1. Provinsi Sulawesi Selatan

Pulau Sulawesi juga merupakan komoditor penghasil kopi yang masif selain pulau Jawa dan Sumatra. Salah satu daerah penghasil kopi di Sulawesi adalah provinsi Sulawesi Selatan. Meskipun dalam tiga tahun terakhir angka produksi kopi di Sulawesi Selatan terjadi dinamika namun tidak begitu signifikan dan tetap pada rasio 33-35 ribu ton kopi per tahunnya.

  1. Provinsi Bengkulu

Daerah berikutnya ada provinsi Bengkulu yang bisa disebut sebagai produsen kopi terbesar di Tanah Air. Tahun kemarin saja jumlah produksi kopi di Bengkulu mencapai angka 58,5 ribu ton. Walaupun besar namun jumlah tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai angka 60 ribu ton lebih kopi.

  1. Provinsi Jawa Timur

Kemudian, di pulau Jawa ada Jawa Timur sebagai top produsen kopi berkualitas. Besar produksi yang dihasilkan per tahunnya mengalami dinamika statistik. Pada tahun 2017 angka produksi 64,8 ribu ton. Tahun berikutnya mengalami penurunan sebesar tiga ribu ton dan naik lagi drastis di tahun 2019 yang hampir menginjak angka 67 ribu ton kopi.

  1. Provinsi Sumatera Utara

Provinsi yang beribukota daerah kota Medan ini juga merupakan penghasil kopi yang produktif. Sejak kuantitas produksi tahun 2017 yang sebesar 67,4 ton, Sumatra Utara terus mengalami peningkatan jumlah produksi pada tahun-tahun berikutnya yang mencapai angka 70 ribu ton lebih.

  1. Provinsi Aceh

Dari ujung barat Nusantara ada Aceh yang sudah tidak perlu diragukan lagi kualitas kopinya. Aceh terkenal dengan kopi Gayo-nya yang sudah mendunia. Untuk besaran produksi, Aceh bersaing dengan Sumatra Utara di angka 70 ribu ton kopi. Tahun kemarin Aceh sukses menyentuk angka 71 ribu lebih biji kopi yang berhasil diproduksi.

  1. Provinsi Lampung

Daftar penghasil kopi berikutnya ada Lampung yang menjadi penghasil yang cukup besar yakni lebih dari 100 ribu ton biji kopi per tahunnya. Pada tahun 2019 kemarin, Lampung bahkan berhasil memproduksi biji kopi sebanyak 110 ribu ton lebih.

  1. Provinsi Sumatera Selatan

Peringkat produsen kopi terbesar di Indonesia dipegang oleh provinsi Sumatra Selatan yang hampir menyentuh angka produksi sebesar 200 ribu ton kopi. Tahun lalu Sumatra Selatan memproduksi lebih dari 196 ribu ton biji kopi.

Banyaknya penghasil kopi di Indonesia membuktikan bahwa kopi memiliki potensi untuk terus tumbuh dan berkembang bahkan menjadi komoditas ekspor ke berbagai negara di seluruh dunia. Sejalan dengan itu, edukasi kopi nusantara juga harus lebih digalakkan agar cakupan potensi produksi bisa terus meningkat tiap tahunnya.

Advertisement

portal-berita-bangga-indonesia-com

Artikel Terbaru

20 Manfaat kopi bagi tubuh, bisa menurunkan berat badan

20 Manfaat kopi bagi tubuh, bisa menurunkan berat badan

Setiap orang pasti pernah merasakan sulitnya mendapatkan ide atau merasa lelah dengan rutinitas pekerjaan sehari-hari. Apa bila dibiarkan, pastinya daya kreasi juga akan menurun. Ternyata ada berbagai macam cara untuk mengatasi hal tersebut lho, beberapa di antaranya...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *